Perjuangan Buruh Lanjut Ke Gedung Dompak

Perjuangan Buruh Lanjut Ke Gedung Dompak

kepulauanriau.net – Tidak adanya kesepakatan pada pertemuan terkait usulan Upah Minimum Kota (UMK) Batam Tahun 2022 antara Dewan Pengupahan Kota Batam dari unsur Apindo maupun unsur pekerja , hasilnya dalam pembahasan UMK Batam mengalami kenaikan Rp 35.000, menimbulkan reaksi dari para pekerja untuk turun kejalan menuntut kenaikan UMK sebesar 7-10 persen.

Sebelumnya depan kantor Graha Kepri Batam massa buruh yang tergabung Aliansi Buruh Bergerak memadati jalan pada kamis 25 November 2021, kali ini buruh menuju kantor Gubernur Kepulauan Riau di dompak Tanjungpinang pada senin (29/11/2021).

Mereka mendatangi kantor Gubernur Kepri yang dipimpin Ansar Ahmad untuk menuntut upah minimun kota (UMK) Batam Tahun 2022 sesuai aturan dan mencabut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Terlihat jalannya demo mendapat pengawalan ketat dari Polres Tanjungpinang menurunkan kekuatan sebanyak 600 personel yang merupakan gabungan dari personel Polres Tanjungpinang, Polres Bintan, TNI dan Satpol PP yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP FERNANDO, SH, SIK, didampingi Wakapolres Tanjungpinang, dan Kabagops Polres Tanjungpinang bersama para perwira penanggung jawab lapangan.

Unjuk rasa serikat buruh mendapat respon dari Gubernur Kepri dengan menerima perwakilan buruh diruang rapat utama lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, keluhan disampaikan para buruh yang merasa UMP Kepri  tahun 2022 tidak sesuai dengan laju inflasi daerah dan UMK Batam tahun 2022 dirasa buruh tidak adil.

“Penetapan UMP Provinsi Kepri 2022 telah sesuai dengan peraturan PP Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan, selain itu kita juga memperhatikan iklim investasi di Kepri,’ Ujar Gubernur.

Selanjutnya terkait untuk UMK Batam 2022, Gubernur akan berkomunikasi dan rapat bersama dengan Walikota Batam guna mengetahui angka UMK Batam.

Koordinator lapangan Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Batam Suprapto, mengatakan kedatangan mereka ke kantor Gubernur Kepri itu adalah untuk meminta Gubernur Kepri menyetujui UMK Batam 2022 sebesar Rp.4,5 juta atau naik sebesar 7 persen atau Rp.280 ribu dari UMK sebelumnya.(redaksi)

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.